Antalya escort İzmit escort Mersin escort Mersin escort İzmit escort
PEMBERDAYAAN MADRASAH “Peningkatan Manajemen Madrasah di Era Revolusi Industri 4.0” FTIK IAIN SALATIGA TAHUN 2019 – FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
Thu. Aug 13th, 2020

PEMBERDAYAAN MADRASAH “Peningkatan Manajemen Madrasah di Era Revolusi Industri 4.0” FTIK IAIN SALATIGA TAHUN 2019

3 min read

Pemberdayaan Madrasah dengan tema “Peningkatan Manajemen Madrasah Di Era Revolusi Industri 4.0” Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Salatiga Tahun 2019 ini dilaksanakan pada Kamis 7 November 2019 bertempat di Hotel Laras Asri Salatiga.
Sambutan diberikan oleh Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Rasimin, M.Pd. Dalam sambutannya Rasimin, M.Pd. menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran peserta dalam kegiatan pemberdayaan madrasah ini. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam melaksanakan pengelolaan madrasah di era revolusi industri 4.0.
Acara selanjutnya dibuka oleh Prof. Dr. H. Mansur, M.Ag. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Salatiga Dalam sambutannya Prof. Dr. H. Mansur, M.Ag. menyampaikan bahwa madrasah memiliki peranan yang sangat penting dalam pencapaian tujuan pendidikan nasional. Madrasah yang mengintegrasikan antara muatan pembelajaran umum dan pendidikan agama memiliki tantangan terutama di era revolusi industri 4.0. Oleh karena itu peningkatan profesionalisme dalam pengelolaan madrasah mutlak diperlukan.
Prof. Dr. H. Mansur, M.Ag. selanjutnya menyampaikan materi 1 mengenai Peran Tenaga Pendidik dalam Peningkatan Mutu Madrasah. Beliau menyatakan bahwa mutu mengandung makna suatu produk baik barang atau jasa yang memenuhi standar tertinggi/ sempurna, sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dan melebihi harapan dan kebutuhan stake holder. Adapun komponen penjamin mutu meliputi Stake holder internal (kepala, guru dan karyawan), Stake holder eksternal yaitu Primer (peserta didik), Sekunder (orang tua dan pemerintah), dan Tertier (dunia usaha, pemerintah dan masyarakat).
Strategi peningkatan mutu yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Mansur, M.Ag. meliputi meningkatkan ukuran prestasi akademik (semester, ujian-ujian, tes kompetensi, tes bakat), membentuk kelompok-kelompok belajar, menciptakan kesempatan jam belajar lebih panjang dan membuka madrasah pada jam-jam libur, dan meningkatkan pemahaman melalui penguasaan materi. Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa penting untuk membantu alumni memperoleh pekerjaan.
Pembicara kedua yaitu Dr. H. Ahmad Ismail, M.Ag, M.Hum. menyampaikan materi Profesionalitas Tenaga Pendidik Madrasah di Era Revolusi Industri 4.0. Pembicara menyampaikan mengenai psikolinguistik yaitu aspek efektivitas kebahasaan dalam pelaksanaan pembelajaran. Tahap pertama dalam berbicara adalah memproduksi ide. Ide bersifat abstrak sehingga perlu dikonkretkan melalui proses encoding yaitu proses menerjemahkan kode yang merepresentasikan ide tersebut. Proses selanjutnya adalah transmitting di mana ide yang sudah berbentuk pesan linguistik disampaikan melalui media trasmitter berupa teks, suara, gerak, dan sebagainya. Tahap selanjutnya adalah decoding di mana pendengar harus merekonstruksi pesan yang dimaksud dari wicara pembicara, dimulai dari informasi yang tersedia di dalam signal tersebut. Tahap selanjutnya adalah produksi ide oleh pendengar di mana pendengar akan menerima pesan sesuai dengan yang dimaksud pembicara, jika semua aspek dan komponen komunikasi ini terpenuhi.
Pada pemaparan materi yang ketiga, Dr. Mahfud Junaedi, M.Ag. menyampaikan Profesionalitas Tenaga Kependidikan Madrasah di Era Revolusi Industri 4.0. Profesionalitas dalam hal ini dikaitkan dengan pola kepemimpinan distributif. Narasumber menyattakan bahwa Kepemimpinan madrasah yang paling memajukan efektifitas madrasah untuk mencapai pengembangan madrasah yang berkelanjutan dikenal sebagai kepemimpinan madrasah distributif. Kepemimpinan distributif dilandaskan pada pengambilan keputusan kolaboratif, pemecahan masalah secara berkelompok, negosiasi dan refleksi, dan dimilikinya kemampuan untuk merubah madrasah dan menatanya dengan baik menuju pengembangan madrasah efektif dan sehat.
Pada pemaparan materi yang keempat, Dr. Rasimin, M.Pd. menyampaikan Manajemen Sarana dan Prasarana Madrasah di Era Revolusi Industri 4.0. Narasumber menitikberatkan pada sikap dalam merespon masa depan berkaitan dengan revolusi industri 4.0. Sikap-sikap tersebut antara lain komitmen peningkatan investasi pengembangan digital skills dan selalu mencoba, menerapkan propotype teknologi terbaru. Selain itu, dalam pengelolaan sarana dan prasarana madrasah perlu menggali bentuk kolaborasi baru bagi model sertifikasi dan pendidikan dalam ranah peningkatan digital skill.
Pada sesi penutupan, Dr. Rasimin, M.Pd. menyampaikan bahwa diharapkan peserta dapat menindaklanjuti pemaparan materi dengan aksi nyata. Aksi nyata tersebut dapat berupa share paradigma, memperbaiki kinerja di unit terkecil sekolah yaitu kelas yang diampu, dan memperbaiki kinerja di tingkat sekolah.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.