PBAK PRODI PGMI: MENCETAK GENERASI PGMI YANG BERINTEGRITAS TINGGI

PGMI FTIK IAIN SALATIGA (8)

Salatiga (8/8) Penerimaan mahasiswa baru kembali di buka di IAIN Salatiga, rangkaian proses sebelum mahasiswa dinyatakan resmi menjadi bagian dari IAIN Salatiga adalah PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan). Rangkaian PBAK secara resmi dimulai tanggal 6-9 Agustus 2019, dan untuk PBAK program studi pada 8 Agustus 2019. Prodi PGMI menggelar PBAK Prodi tak kalah meriah dengan prodi lainnya. Bertempat di area Karpet Merah, lantai 2 Gedung KH Ahmad Dahlan Kampus 3 IAIN Salatiga, PGMI menyambut mahasiswa baru sejumlah 160 mahasiswa. Acara dimulai pukul 13.15 WIB hingga 15.30 WIB dihadiri oleh Kaprodi PGMI, Ibu Dr. Peni Susapti, M. Si. beserta jajarannya serta alumni dan mahasiswa berprestasi sebagai pemberi materi. Ibu Peni memberikan sambutan dan pesan kepada mahasiswa PGMI, khususnya mahasiswa baru bahwa berproses di PGMI harus memiliki tekad dan niat yang kuat agar ilmu yang di dapatkan bisa berguna kelak.

Acara ini juga dimeriahkan oleh grub tari PGMI “Sekar Budaya Abinaya” yang membawakan Tari Gambyong guna memperkenalkan kepada mahasiswa baru bahwa di PGMI juga akan belajar mengenai budaya lokal agar tidak tergerus perubahan zaman. PGMI mengambil tema “Mencetak Generasi PGMI yang Berintegritas Tinggi”. Inti dari PBAK Prodi ini adalah mengenalkan mahasiswa baru seputar dunia PGMI, mulai dari proses kuliah hingga langkah yang harus diambil setelah lulus. Pemateri pertama  adalah Pak Sriyanto, S. Pd. I. yang merupakan alumni PGMI yang sekarang sudah sukses di dunia pendidikan. Beliau menuturkan bahwa alumni PGMI memiliki peluang kerja yang luas, karena di setiap daerah pasti terdapat madrasah ibtidaiyah. Menjadi mahasiswa PGMI merupakan sebuah kebanggaan karena tidak semua orang bisa menjadi guru SD/MI. Tujuan utama kuliah di PGMI adalah mencari ilmu untuk kemudian diamalkan kepada masyarakat khususnya dalam dunia pendidikan yaitu anak didik. Jangan menjadikan profesi guru sebagai ajang mencari uang, melainkan jadikan wadah berbagi kepada sesama, sebagai amal jariyah kita. Perbanyaklah pengalaman-pengalaman dan relasi sejak masih mahasiswa karena hal tersebut akan berguna setelah lulus kelak.

Sedangkan pemateri kedua alah Mas Ikhwanul Muslim atau yang akrab disapa Mas Inul, merupakan mahasiswa PGMI semester 7 yang aktif diberbagai organisasi baik dalam maupun luar kampus dan mantan ketua HMJ PGMI periode 2018/2019. Mas Inul memberikan pesan kepada mahasiswa baru bahwa kuliah di fakultas pendidikan, khususnya prodi PGMI, secara perlahan akan mengubah kepribadian kita layaknya seorang pendidik. Mulai dari kerapian, pakaian, perilaku, gaya bicara dan pola pikir. Sejak mahasiswa selayaknya mengikuti kegiatan pengembangan diri agar memiliki softskill yang akan berguna ketika kita terjun di masyarakat. Jangan menjadi mahasiswa kupu-kupu “kuliah pulang – kuliah pulang”, karena itu sangat mubadzir waktu, tenaga dan juga uang. Ikutilah organisasi atau komunitas yang bisa menjadi wadah pengembangan diri.

Rangkaian acara yang tak kalah seru adalah pengenalan panitia PBAK Prodi sekaligus anggota pengurus HMPS PGMI oleh ketua HMPS yaitu Friza Ashfian. Acara ditutup dengan do’a dan foto bersama antara panitia dengan peserta dan juga saling berjabat tangan agar terjalin hubungan baik antara pengurus dengan mahasiswa baru. (khs)