Mahasiswa FTIK IAIN Salatiga lolos seleksi INTERNATIONAL SCHOLARSHIP WORKSHOP di Kuala Lumpur

7 iws

FTIK IAIN SALATIGA – Memenangkan Beasiswa serta mendapat kesempatan kuliah diluar negeri adalah impian banyak orang. Namun, pada kenyataannya hanya sedikit orang-orang Indonesia yang berhasil memenangkan beasiswa untuk dapat belajar di luar negeri. Hal ini dilatar belakangi oleh kurangnya informasi terkait trik dan tips serta kiat dalam memenangkan beasiswa, dimulai dari tahap melengkapi aplikasi sampai tahap wawancara. Hal inilah yang membuat banyak pelamar beasiswa gagal dalam mendapatkannya.

International Scholarship Workshop adalah sebuah program yang diselenggarakan oleh Teneo Educational Organizer yang bertujuan untuk memfasilitasi pelajar Indonesia mendapatkan pelatihan secara langsung dari para penerima beasiswa bergengsi yang berhasil kuliah di luar negeri. Dalam program ini, peserta akan diajarkan secara langsung dimulai dari bagaimana cara membuat aplikasi essai yang bagus dan menarik sampai dengan kiat menghadapi tes wawancara. Sehingga pada akhirnya para peserta sudah mempunyai modal yang baik serta pengetahuan yang baik untuk melamar beasiswa untuk kuliah di luar negeri.

Program INTERNATIONAL SCHOLARSHIP WORKSHOP diselenggarakan di Kuala Lumpur Malaysia dilaksanakan selama empat hari 11-14 JULI 2019 dengan peserta sebanyak 22 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ada yang berasal dari Medan, Makassar, Yogyakarta, Jakarta, Kendari dan juga Salatiga.
Selama empat hari banyak kegiatan yang dilakukan peserta. Di hari pertama setibanya di Kuala Lumpur agenda pertama yang dilakukan adalah Pembukaan yang dipimpin langsung oleh Head of Committe ISW 2019, yang dilanjutkan dengan kegiatan perkenalan dari seluruh peserta. Keesokan harinya, seluruh peserta mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke beberapa kampus ternama di Malaysia, yaitu Nottingham University dan Monash University. Tujuan kunjungan kampus ini adalah untuk memberikan wawasan baru, pengenalan atmosfer perkuliahan ketika di luar negeri dengan berbagai fasilitas yang disediakan oleh kampus. Selain berkunjung ke kampus, peserta dibimbing untuk membuat Essai, salah satu syarat untuk mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri.

Hari ke tiga berada di Kuala Lumpur, disambut dengan pelatihan IELTS, sebuah tes untuk menguji kemampuan berbicara, membaca, menulis dan mendengar dalam bahasa Inggris. Setelah kegiatan pelatihan selesai, seluruh peserta menghadiri kegiatan GenWI (Generasi Wonderful Indonesia) Malaysia, dari Kementerian Pariwisata. Dalam kegiatan ini terdapat berbagai makanan khas Indonesia yang diberikan secara gratis kepada seluruh wisatawan. Hal ini bertujuan untuk menarik turis asing berwisata ke Indonesia. Karena letak stand GenWI yang berdekatan dengan Pasar Seni, maka seluruh peserta memanfaatkan untuk membeli sedikit oleh-oleh. Kegiatan tidak berhenti begitu saja. Peserta masih harus melaksanakan kegiatan berupa LGD (Leaderless Group Discussion) dan Interview. LGD bertujuan untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, critical thinking, analitis dan mengambil keputusan. Dalam Interview, peserta seperti benar-benar merasakan atmosfer wawancara beasiswa. Sebagai akhir dari kegiatan ini, maka ada kegiatan Graduation dan penutupan, dengan memberikan sertifikat.

Sebelum kembali ke daerah masing-masing, peserta mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke KLCC yang terkenal dengan Twin Tower Petronas dan Putra Jaya. Sebuah tempat yang wajib dikunjungi saat di Kuala Lumpur, Malaysia.