Thu. Jan 28th, 2021

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

Better Choice For Better Teacher

Undang Pakar Dari UIN Yogyakarta dan UNJ, PAI Adakan Rekontruksi Kurikulum

2 min read

Webinar dalam rangka Rekontruksi Kurikulum PAI

Rabu, 11 November 2020.Pendidikan Agama Islam menyelenggarakan Webinar dalam rangka Rekontruksi Kurikulum PAI Tahun 2020.

Dalam sambutannya Dekan FTIK IAIN Salatiga Prof. Dr. Mansur, M.Ag menyampaikan bahwa para guru PAI harus selalu siap untuk mengajarkan materi dengan teknologi. Melalui PJJ ini guru PAI harus bisa memilih materi yang mampu disampaikan dan bisa menyentuh karakter siswa. Guru PAI harus berkolaborasi dalam rangka menumbuhkan dan memediasi kurikulum merdeka belajar ini menjadi kurikulum terbaik, tegasnya.

Guntur Cahyono, M.Pd sebagai narasumber pertama menjelaskan bahwa pada saat ini guru PAI harus siap menjawab tantangan. Ketika sudah menjadi guru harus bisa berkompeten sesuai dengan bidangnya, kemudian diperluas dengan manajemen yang baik, dan siap untuk memberikan sosialisi kurikulum. Seorang guru senantiasa siap mengajar dan membawa siswa menjadi manusia yang berkarakter sesuai dengan Pendidikan Agama Islam. Mampu menjadikan siswa sebagai orang yang selalu siap menyambut siswa dengan tantangan dan kemajuan zaman.

Sementara narasumber kedua Dr. Eva Latipah merespon positif tentang mahasiswa yang harus hafal juz 30. Hal ini harus didukung pula dengan para dosennya. Rekontruksi kurikulum adalah lebih pada menata kurikulum dan ini sudah menjadi rutinitas. Dia menambahkan bahwa adanya kebutuhan masyarakat perlu direspon agar masyarakat trust atau respect terhadap prodi. kebutuhan masyarakat harus diakomodir sebagai wahana solutif dan mengikuti perkembangan zaman. Guru PAI sebagai manifestasi, edutrainer, dan peneliti atau asisten peneliti. Dia mengakhiri bahwa mahasiswa untuk siap menghadapi tantangan, kreatif dan inovatif, tangguh, dan siap menjadi pemimpin.

Selanjutnya narasumber ketiga menyampaikan Firdaus Wajdi, Ph.D. menyampaikan sisi lain dari kurikulum PAI. Dia lebih menyoroti tentang skill daripada mahasiswa dan dosen sehingga mampu beradaptasi dengan zaman sebagai bekal mengarungi modernisasi pendidikan. Merdeka belajar sebenarnya dalam rangka menjawab tantangan pembelajaran yang fokus pada mahasiswa dan fokus terhadap dosen. Dia menambahkan bahwa teacher centered learning dan studen centered learning. Dosen atau guru dianggap sebagai figur dan pemahaman yang mendalam, maka beberapa informasi yang sudah tidak berkembang dan harus diperbaharui kembali. Pada versi student centered learning memberikan siswa lebih banyak porsinya. Dosen atau guru hanya menjadi mediasi, tegasnya.

Webinar ini dikuti peserta sebanyak 498 yang terdiri dari dosen, guru, dan mahasiswa. Pada kesempatan itu webinar di pimpin oleh moderator Badrus Zaman, M.Pd.I. Hadir dalam acara Webinar tersebut Kaprodi PAI Dra. Siti Asdiqo, M.Si dan Kabag FTIK Nidaul Hasanah, ST, ME dan beberapa dosen PAI. (mar-one)

Rekapan Webinar dapat dilihat di chaten youtube tarbiyah FTIK Iaian salatiga

Fakultas Tarbiyah | Newsphere by AF themes.