July 27, 2021

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

Better Choice For Better Teacher

Kuliah Umum Dual Mode System (DMS) Tahun 2013

3 min read

Pengembangan Kompetensi Guru dan Menumbuhkan Skill serta Talenta para Siswa
Dalam Kuliah Umum Dual Mode System (DMS)2013

Pendahuluan
Guru, yang sering di sebut orang jawa yaitu kepanjangan dari “Gu” (digugu). dan “Ru” (ditiru). “Digugu” berarti apa yang dikatakan oleh guru itu dipercaya dan atau ditaati, dan “ditiru” berarti apa yang dilakukan oleh guru itu bisa dicontoh oleh murid. Dari pengertian tersebut seorang Guru menjadi ujung tombak dalam pembangunan pendidikan nasional. Utamanya dalam membangun dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan formal. Guru profesional dan bermartabat menjadi impian kita semua karena akan melahirkan anak bangsa yang cerdas, kritis, inovatif, demokratis, dan berakhlak. Guru profesional dan bermartabat memberikan teladan bagi terbentuknya kualitas sumber daya manusia yang kuat. Sertifikasi guru mendulang harapan agar terwujudnya impian tersebut. Perwujudan impian ini tidak seperti membalik talapak tangan. Karena itu, perlu kerja keras dan sinergi dari semua pihak yakni, pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan guru.
Guru mempunyai tu¬gas untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa untuk mencapai tujuan pem¬belajaran, untuk itu guru dituntut mampu menyampaikan bahan pelajaran. Guru harus selalu meng-update, dan menguasai materi pelajaran yang disaji¬kan. Persiapan diri tentang materi diusahakan dengan jalan mencari informasi melalui berbagai sumber seperti membaca buku-buku terbaru, mengakses da¬ri internet, selalu mengikuti perkembangan dan kemajuan terakhir tentang materi yang disajikan. guru professional Kompetensi atau kemampuan kepribadian yaitu kemampuan yang harus dimiliki guru berkenaan dengan aspek Kompetensi Professional adalah : Dalam menyampaikan pembelajaran, guru mempunyai peranan dan tugas sebagai sumber materi yang tidak pernah kering dalam mengelola proses pembelajaran. Kegiatan mengajarnya harus disambut oleh siswa sebagai suatu seni pengelolaan proses pembelajaran yang diperoleh melalui latihan, pengalaman, dan kemauan belajar yang tidak pernah putus.
Dalam melaksakan proses pembelajaran, keaktifan siswa harus selalu diciptakan dan berjalan terus dengan menggunakan metode dan strategi mengajar yang tepat. Guru menciptakan suasana yang dapat mendorong siswa untuk bertanya, mengamati, mengadakan eksperimen, serta menemukan fakta dan konsep yang benar. Karena itu guru harus melakukan kegiatan pembelajaran menggunakan multimedia, sehingga terjadi suasana belajar sambil bekerja, belajar sambil mendengar, dan belajar sambil bermain, sesuai konteks materinya. Di dalam pelaksanaan proses pembelajaran, guru harus memperhatikan prinsip-prinsip didaktik metodik sebagai ilmu keguruan. Misalnya bagaimana menerapkan prinsip apersepsi, perhatian, kerja kelompok, korelasi dan prinsip-prinsip lainnya. Dalam hal evaluasi, secara teori dan praktik, guru harus dapat melaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin diukurnya. Jenis tes yang digunakan untuk mengukur hasil belajar harus benar dan tepat. Diharapkan pula guru dapat menyusun butir secara benar, agar tes yang digunakan dapat memotivasi siswa belajar. Kemampuan yang harus dimiliki guru dalam proses pembelajaran dapat diamati dari aspek perofesional adalah: Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. Menguasai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu. Pada sisi lain guru dituntut untuk mengembangkan materi pelajaran yang diampu secara kreatif. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif serta memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.
Melihat realitas tersebut Program Peningkatan Kualifikasi S-1 Guru Madrasah dan PAI Di Sekolah Melalui Dual Mode System STAIN Salatiga memandang perlu untuk menyelenggarakan kuliah umum dengan tema “Pengembangan Kompetensi Guru dan Menumbuhkan Skill serta Talenta para Siswa” dengan tujuan: (1) Membekali mahasiswa baru untuk dapat memberikan motivasi guna pengembangan kompetensi profesionalnya. (2) Mengantarkan mahasiswa baru agar melakukan upaya proaktif dalam mengembangkan, mengasah dan menyalurkan talenta, skill dan karakter guna meningkatkan kapasitasnya. (3) Memberi motivasi bagi mahasiswa baru yang juga sebagai guru agar dapat berkembang dan berkarya secara lebih baik.
Hari itu, Selasa, 10 september 2013. Pukul 13.30-15.30 WIB. sebanyak 170 mahasiswa berprofesi sebagai guru ikut serta dalam kuliah umum yang dilaksanakan di Auditorium Kampus 2 STAIN Salatiga. Dengan pemateri Ibu Septi Wulandari [Sekolah Lebah Putih] dipandu oleh Ibu Eni Titikusumawati, M.Pd.
Adapun susunan acara pembukaan kuliah tahun akademik 2013/2014 Bagi Mahasiswa Program Dual Mode System dengan tema Pengembangan Kompetensi Guru dan Menumbuhkan Skill serta Talenta para Siswa sebagai berikut: (1) Pembukaan. (2) Laporan Ketua Program DMS LPTK Mitra STAIN Salatiga : Suwardi, M.Pd. (3) Sambutan Sekaligus Membuka Acara Kuliah Umum Tahun Akademik 2013/2014 Bagi Mahasiswa Program Dual Mode System : Dr. Suja’i, M.Ag. (4) Penutup. (5) Kuliah Umum dengan tema Pengembangan Kompetensi Guru dan Menumbuhkan Skill serta Talenta para Siswa oleh Ibu Septi Wulandari dipandu oleh Ibu Eni Titikusumawati, M.Pd.
Demikian laporan ini disusun, semoga menjadi pertimbangan bagi pihak-pihak yang berkepentingan, kritik dan saran membangun senantiasa diharapkan untuk perbaikan di masa mendatang.

Salatiga, 10 September 2013

Ketua Pengelola

Suwardi, M.Pd
NIP. 19670121 199903 1 002

Fakultas Tarbiyah | Newsphere by AF themes.